@pasarsapi @samsung_ID #note8wonders
IDE SOSIAL BAGI PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS!
Internet adalah tempat berbagi. Tidak selalu sebagai tempat berbagi langsung antara mereka yang membantu dengan yang mereka membutuhkan, tetapi juga tempat berbagi antar mereka yang merencanakan bantuan.
Internet adalah tempat berbagi. Tidak selalu sebagai tempat berbagi langsung antara mereka yang membantu dengan yang mereka membutuhkan, tetapi juga tempat berbagi antar mereka yang merencanakan bantuan.
Membantu tidak selalu harus dengan uang.menciptakan ide
gerakan, kembangkanlah ide itu, tulislah, lalu share lah di internet, di
internet, organisasi atau gerakan apa yang ingin membantu tetapi membutuhkan
dana. Gerakan Satu Hati. Gerakan sosial yang fokus pada pendidikan Indonesia.
Ide sosial bagi pendidikan Anak
Berkebutuhan Khusus (Tunagrhita)
Pengertian layanan pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (Tunagrhita)
Layanan pada kakikatnya merupakan bentuk
jasa yang diberikan oleh seseorang, institusi atau perusahaan kepada orang lain
untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan. Dalam beberapa terminologi, Istilah
layanan diartikan sebagai (1) cara melayani; (2) usaha melayani kebutuhan orang
lain dengan memperoleh imbalan (uang); (3) kemudahan yang diberikan sehubungan
dengan jual beli jasa atau barang.
Anak berkebutuhan tersebut sebagian besar
dapat mengikuti layanan pendidikan sebagaimana anak-anak normal pada umumnya.
Kendati demikian, tentu ada anak-anak berkebutuhan khusus yang memang
memerlukan layanan individual, karena kondisi dan keadaannya yang tidak
memungkinkan untuk mengikuti layanan sebagaimana anak-anak normal.
. Ada beberapa jenis layanan yang bisa
diberikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus, sesuai dengan kebutuhannya
masing-masing. Namun secara umum akan mencakup (1) layanan medis dan
fisiologis, (2) layanan sosial-psikologis, dan (3) layanan
pedagogis/pendidikan.
Pendekatan layanan pendidikan bagi anak
tunagrahita lebih diarahkan pada pendekatan individual dan pendekatan
remediatif . Pendekatan individual didasarkan pada assesment kemampuan
untuk mengembangkan sisa potensi yang ada dalam dirinya. Tujuan utama layanan
pendidikan bagi anak tunagrahita adalah penguasaan kemampuan aktivitas
kehidupan sehari-hari dalam mengelola diri sendiri. Untuk mencapai itu perlu
pembelajaran mengurus diri sendiri dan pengembangan keterampilan vocational
terbatas sesuai kemampuannnya.
Layanan pendidikan khusus bagi anak
tunagrahita meliputi latihan sensomotorik, terapi bermain dan okupasi, dan
latihan mengurus diri sendiri. Pendekatan pembelajaran dilakukan secara
individual dan remediatif. Perkembangan kemampuan anak berdasarkan tingkat
kemampuan kognitifnya. Anak yang ber IQ 55 - 70 berbeda dengan yang
ber IQ 35 – 55. Sehingga dalam sebaran IQ tersebut juga berbeda dalam
layanan masing-masing.
Model Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Bentuk Layanan Anak
Berkebutuhan Khusus Layanan Pendidikan Inklusif (Inclusive
Education)
Sejalan dengan perkembangan layanan
pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus, terdapat kecenderungan baru yaitu
model Pendidikan Inklusif. Model ini menekankan pada keterpaduan penuh,
menghilangkan labelisasi anak dengan prinsip “Education for All”. Layanan
pendidikan inklusif diselenggarakan pada sekolah reguler. Anak tunagrahita
belajar bersama-sama dengan anak reguler, pada kelas dan guru/pembimbing yang
sama. Pada kelas inklusi, siswa dibimbing oleh 2 (dua) orang guru, satu guru
reguler dan satu lagu guru khusus. Guna guru khusus untuk memberikan bantuan
kepada siswa tunagrahita jika anak tersenut mempunyai kesulitan di dalam kelas.
Semua anak diberlakukan dan mempunyai hak serta kewajiban yang sama. Tapi saat
ini pelayanan pendidikan inklusif masih dalam tahap rintisan.
Pada intinya pembelajaran pada anak tuna
grahita haruslah menggunakan prinsip pembelajaran yang bersifat esensial
seperti :
1) Bahan yang akan diajarkan perlu
dipecah-pecah menjadi bagian-bagian kecil dan ditata secara berurutan.
2) Setiap bagian dari bahan ajar
diajarkan satu demi satu dan dilakukan secara berulang-ulang.
3) Kegiatan belajar hendaknya dilakukan
dalam situasi yang konkrit.
4) Berikan kepadanya dorongan untuk
melakukan apa yang sedang ia pelajari.
5) Ciptakan suasana belajar yang
menyenangkan dengan menghindari kegiatan belajar yang terlalu formal.
6) Gunakan
alat peraga dalam mengkonkritkan konsep.
Kelebihan model pendidikan inklusi adalah :
1. anak akan memperoleh
keadilan layanan pendidikan, tidak dibedakan dari anak normal sehingga
secara tidak langsung dapat membangkitkan motivasi dan gairah
belajar di sekolah
2. anak dapat
berpartisipasi dalam kehidupan di sekolah tanpa memandang kekurangan yang
disandang
3. anak merasakan perlakuan
dan persamaan hak, harkat dan martabat dalam memperoleh layanan pendidikan
tanpa membedakan antara yang cacat dan yang normal, dan
4. anak dapat bergaul
dan berinteraksi secara sehat dengan teman-temannya yang normal, sehingga meningkatkan
rasa percaya diri dan motivasi berprestasi dalam belajar.
Kekurangan dan kelemahannya adalah
1. untuk dapat disebut
sebagai sekolah inklusi dibutuhkan sarana dan prasarana yang dapat mengakses
kebutuhan individual anak yang tidak gampang dipenuhi oleh sekolah yang telah
menyatakan diri sebagai sekolah inklusi.
2. Untuk dapat
disebut sebagai sekolah inklusi yang sebenarnya juga dibutuhkan tenaga pendidik
dan tenaga non pendidik (seperti dokter, psikolog, konselor, dan sebagainya)
yang tidak serta-merta dapat dipenuhi oleh sekolah yang memproklamirkan diri
sebagai sekolah inklusi.
3. Meskipun disebut
sebagai sekolah Inklusi yang secara teoritis bisa menerima semua anak tanpa
memandang normal atau tidak normal, namun dalam praktik di lapangan sekolah
inklusi biasanya hanya menerima anak cacat yang berkategori ringan, bukan
yang berkategori sedang atau berat.
Maka dari
itu mari peduli akan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus ,dan sekarang
tanggal 2mei di peringati hari pendidikan ,semoga pendidikan di indonesia
khususnya anak berkebutuhan khusus semakin di perhatikan,terimakasih J



Tidak ada komentar:
Posting Komentar