Kamis, 02 Mei 2013

IDE SOSIAL PENDIDIKAN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS


@pasarsapi @samsung_ID #note8wonders
IDE SOSIAL BAGI PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS!
Internet adalah tempat berbagi. Tidak selalu sebagai tempat berbagi langsung antara mereka yang membantu dengan yang mereka membutuhkan, tetapi juga tempat berbagi antar mereka yang merencanakan bantuan.
Membantu tidak selalu harus dengan uang.menciptakan ide gerakan, kembangkanlah ide itu, tulislah, lalu share lah di internet, di internet, organisasi atau gerakan apa yang ingin membantu tetapi membutuhkan dana. Gerakan Satu Hati. Gerakan sosial yang fokus pada pendidikan Indonesia.
Ide sosial bagi pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (Tunagrhita)

Pengertian layanan pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (Tunagrhita)
Layanan pada kakikatnya merupakan bentuk jasa yang diberikan oleh seseorang, institusi atau perusahaan kepada orang lain untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan. Dalam beberapa terminologi, Istilah layanan diartikan sebagai (1) cara melayani; (2) usaha melayani kebutuhan orang lain dengan memperoleh imbalan (uang); (3) kemudahan yang diberikan sehubungan dengan jual beli jasa atau barang.
Anak berkebutuhan tersebut sebagian besar dapat mengikuti layanan pendidikan sebagaimana anak-anak normal pada umumnya. Kendati demikian, tentu ada anak-anak berkebutuhan khusus yang memang memerlukan layanan individual, karena kondisi dan keadaannya yang tidak memungkinkan untuk mengikuti layanan sebagaimana anak-anak normal.
. Ada beberapa jenis layanan yang bisa diberikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus, sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Namun secara umum akan mencakup (1) layanan medis dan fisiologis, (2) layanan sosial-psikologis, dan (3) layanan pedagogis/pendidikan.
Pendekatan layanan pendidikan bagi anak tunagrahita lebih diarahkan pada pendekatan individual dan pendekatan remediatif . Pendekatan individual  didasarkan pada assesment kemampuan untuk mengembangkan sisa potensi yang ada dalam dirinya. Tujuan utama layanan pendidikan bagi anak tunagrahita adalah penguasaan kemampuan aktivitas kehidupan sehari-hari dalam mengelola diri sendiri. Untuk mencapai itu perlu pembelajaran mengurus diri sendiri dan pengembangan keterampilan vocational terbatas sesuai kemampuannnya.
Layanan pendidikan khusus bagi anak tunagrahita meliputi latihan sensomotorik, terapi bermain dan okupasi, dan latihan mengurus diri sendiri. Pendekatan pembelajaran dilakukan secara individual dan remediatif. Perkembangan kemampuan anak berdasarkan tingkat kemampuan kognitifnya. Anak yang ber IQ 55 - 70   berbeda dengan yang ber IQ 35 – 55. Sehingga dalam sebaran IQ tersebut juga  berbeda dalam layanan masing-masing.
Model Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Bentuk Layanan Anak Berkebutuhan Khusus Layanan Pendidikan Inklusif   (Inclusive Education)

Sejalan dengan perkembangan layanan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus, terdapat kecenderungan baru yaitu model Pendidikan Inklusif. Model ini menekankan pada keterpaduan penuh, menghilangkan labelisasi anak dengan prinsip “Education for All”. Layanan pendidikan inklusif diselenggarakan pada sekolah reguler. Anak tunagrahita belajar bersama-sama dengan anak reguler, pada kelas dan guru/pembimbing yang sama. Pada kelas inklusi, siswa dibimbing oleh 2 (dua) orang guru, satu guru reguler dan satu lagu guru khusus. Guna guru khusus untuk memberikan bantuan kepada siswa tunagrahita jika anak tersenut mempunyai kesulitan di dalam kelas. Semua anak diberlakukan dan mempunyai hak serta kewajiban yang sama. Tapi saat ini pelayanan pendidikan inklusif masih dalam tahap rintisan.
          Pada intinya pembelajaran pada anak tuna grahita haruslah menggunakan prinsip pembelajaran yang bersifat esensial seperti :
1)      Bahan yang akan diajarkan perlu dipecah-pecah menjadi bagian-bagian kecil dan ditata secara berurutan.
2)      Setiap bagian dari bahan ajar diajarkan satu demi satu dan dilakukan secara berulang-ulang.
3)      Kegiatan belajar hendaknya dilakukan dalam situasi yang konkrit.
4)      Berikan kepadanya dorongan untuk melakukan apa yang sedang ia pelajari.
5)      Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan dengan menghindari kegiatan belajar yang terlalu formal.
6)      Gunakan alat peraga dalam mengkonkritkan konsep.


Kelebihan model pendidikan inklusi adalah :
1.      anak akan memperoleh keadilan layanan pendidikan, tidak dibedakan dari  anak normal sehingga secara tidak langsung dapat membangkitkan motivasi  dan gairah belajar di sekolah
2.      anak dapat berpartisipasi dalam kehidupan di sekolah tanpa memandang kekurangan  yang disandang
3.      anak merasakan  perlakuan dan persamaan hak, harkat dan martabat dalam memperoleh layanan pendidikan tanpa membedakan antara yang cacat dan yang normal, dan
4.      anak dapat bergaul dan berinteraksi secara sehat dengan teman-temannya yang normal,  sehingga meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi berprestasi dalam belajar.
Kekurangan dan kelemahannya adalah
1.      untuk dapat disebut sebagai sekolah inklusi dibutuhkan sarana dan prasarana yang dapat mengakses kebutuhan individual anak yang tidak gampang dipenuhi oleh sekolah yang telah menyatakan diri sebagai sekolah inklusi.
2.      Untuk dapat disebut sebagai sekolah inklusi yang sebenarnya juga dibutuhkan tenaga pendidik dan tenaga non pendidik (seperti dokter, psikolog, konselor, dan sebagainya) yang tidak serta-merta dapat dipenuhi oleh sekolah yang memproklamirkan diri sebagai sekolah inklusi.
3.      Meskipun disebut sebagai sekolah Inklusi yang secara teoritis bisa menerima semua anak  tanpa memandang normal atau tidak normal, namun dalam praktik di lapangan sekolah inklusi biasanya hanya menerima anak cacat yang berkategori  ringan,  bukan yang berkategori sedang atau berat.
  
Maka dari itu mari peduli akan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus ,dan sekarang tanggal 2mei di peringati hari pendidikan ,semoga pendidikan di indonesia khususnya anak berkebutuhan khusus semakin di perhatikan,terimakasih J